Ideatax
HomeTeamOur ServicesPublicationsContact Us
Reshuffle Kabinet, Luky Alfirman dan Nurkholisoh Jabat Wamenkeu

Reshuffle Kabinet, Luky Alfirman dan
Nurkholisoh Jabat Wamenkeu

Tax News

1 Okt 2026, 09.06 WIB

Presiden Prabowo Subianto melantik Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai wakil menteri keuangan (wamenkeu) sisa masa jabatan 2024–2029 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

 

Pengangkatan keduanya berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih.

 

Luky dan Nurkholisoh dilantik bersamaan dengan sejumlah pejabat negara lainnya dalam rangkaian reshuffle kabinet, termasuk Menko Polkam Dudung Abdurachman, Menko PMK Sugiono, dan Menlu Arrmanatha Nasir.

 

Keduanya bergabung dengan Juda Agung yang telah lebih dahulu menjabat sebagai Wamenkeu. Dengan demikian, terdapat tiga wamenkeu yang mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

 

Rekam Jejak Luky Alfirman

 

Luky Alfirman merupakan birokrat karier yang bergabung dengan Kementerian Keuangan sejak 1 Maret 1995. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994, kemudian memperoleh gelar Master of Arts in Economics pada 2000 dan PhD in Economics pada 2004 dari University of Colorado, Amerika Serikat.

 

Karier Luky di Kementerian Keuangan mencakup bidang perpajakan, kebijakan makroekonomi, pembiayaan, dan anggaran. Ia mengawali karier di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), antara lain sebagai Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan dan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama.

 

Luky kemudian menjabat Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro pada Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Ia selanjutnya dipercaya sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko pada 2017, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan pada 2022, dan Direktur Jenderal Anggaran sejak Mei 2025.

 

Pada April 2026, Luky diberhentikan dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran oleh menteri keuangan saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa. Kini, ia kembali ke struktur pimpinan Kementerian Keuangan sebagai wamenkeu.

 

Rekam Jejak Nurkholisoh

 

Nurkholisoh Ibnu Aman merupakan ekonom dan peneliti yang memiliki pengalaman di Bank Indonesia (BI). Ia menempuh pendidikan Sarjana Teknik Industri di ITB pada 1997–2002, kemudian meraih gelar magister dari Chalmers University of Technology pada 2004 dan MBA Finance and Economics dari University of Chicago Booth pada 2012. Pada 2025, ia menyelesaikan studi doktoral bidang keuangan di University of Edinburgh Business School.

 

Sebelum bergabung dengan BI, Nurkholisoh bekerja sebagai Senior Associate di Ernst & Young pada 2004–2005. Di BI, ia menjabat Senior Economist pada 2006–2019 dan Senior Researcher pada 2024–2026.

 

Bidang keahliannya mencakup stabilitas moneter, sistem pembayaran, dan transformasi digital. Ia terlibat dalam sejumlah riset, termasuk kajian mengenai dampak digitalisasi terhadap penyaluran bantuan sosial menggunakan data mikro sistem pembayaran dan pengembangan pembiayaan melalui sekuritisasi aset bank.

 

Pengalaman tersebut menjadi latar belakang Nurkholisoh dalam menjalankan tugasnya di Kementerian Keuangan, termasuk dalam isu digitalisasi pengelolaan kas negara, tata kelola bantuan sosial, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

 

Baca Juga:

Restitusi Adalah Hak Wajib Pajak, Bukan Hadiah
Apa Itu Pajak di Indonesia?
Ketentuan Teknis Pemotongan PPh Pasal 21

PreviousNext

Share:

Comments (0)


profile